Corona Tiba, Siapakah yang Salah?

#dirumahaja

Virus Corona (Covid-19) atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2). adalah virus yang menyerangvirus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, baik bayi, anak-anak, orang dewasa, lansia, ibu hamil, maupun ibu menyusui. sistem pernapasan. 

Susunan Mikroskopis Virus COVID-19

Lalu sebahaya apakah virus ini? kok sampai semua masyarakat panik, cemas, dan takut akan virus ini. Ya akhir-akhir ini Indonsia memang diserang oleh barang kecil yang tak nampak itu. Hingga detik ini ada 369 orang terpositif infeksi virus corona, 32 meninggal, 17 dinyatakan sembuh, data ini akan terus bertambah seiring jalannya waktu. berikut adalah data saat ini sebaran kasus potive COVID-19 di Indonesia: 
Provinsi Jumlah Positif COVID-19Meninggal Dunia
Bali41
Banten371
DI Yogyakarta4
DKI Jakarta21518
Jabar417
Jawa Tengah123
Jawa Timur151
Kalimantan Barat2
Kalimantan Tengah2
Kalimantan Timur10
Kepri4
Lampung1
Riau1
Sedang diinvestigasi13-
Sulawesi Selatan2
Sulawesi Tenggara3
Sulawesi Utara1
Sumatra Utara21

Data itu akan terus berubah, ntah itu bertambah atau berkurang. Ya semoga saja bangsa ini bebas dari ancaman virus corona dan segera melakukan aktivitas seperti biasa.

Lalu bagaimana cara mencegah dan menguranginya? Di blogg ini akan dijelaskan secara singkat.  cara pencegahan yang terbaik adalah dengan menghindari faktor-faktor yang bisa menyebabkan Anda terinfeksi virus ini, yaitu:

  • Hindari bepergian ke tempat-tempat umum yang ramai pengunjung.
  • Gunakan masker saat beraktivitas di tempat umum atau keramaian.
  • Rutin mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 60% setelah beraktivitas di luar rumah atau di tempat umum.
  • Jangan menyentuh mata, mulut, dan hidung sebelum mencuci tangan.
  • Hindari kontak dengan hewan, terutama hewan liar. Bila terjadi kontak dengan hewan, cuci tangan setelahnya.
  • Masak daging sampai benar-benar matang sebelum dikonsumsi.
  • Tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin, kemudian buang tisu ke tempat sampah.
  • Hindari berdekatan dengan orang yang sedang sakit demam, batuk, atau pilek.
  • Jaga kebersihan benda yang sering disentuh dan kebersihan lingkungan.
Untuk orang yang diduga terkena COVID-19, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar virus Corona tidak menular ke orang lain, yaitu:

  • Jangan keluar rumah, kecuali untuk mendapatkan pengobatan.
  • Periksakan diri ke dokter hanya bila Anda mengalami gejala atau keluhan.
  • Usahakan untuk tinggal terpisah dari orang lain untuk sementara waktu. Bila tidak memungkinkan, gunakan kamar tidur dan kamar mandi yang berbeda dengan yang digunakan orang lain.
  • Larang dan cegah orang lain untuk mengunjungi atau menjenguk Anda sampai Anda benar-benar sembuh.
  • Sebisa mungkin jangan melakukan pertemuan dengan orang yang sedang sedang sakit.
  • Hindari berbagi penggunaan alat makan dan minum, alat mandi, serta perlengkapan tidur dengan orang lain.
  • Pakai masker dan sarung tangan bila sedang berada di tempat umum atau sedang bersama orang lain.
  • Gunakan tisu untuk menutup mulut dan hidung bila batuk atau bersin, lalu segera buang tisu ke tempat sampah.
Lalu apa tindakan dan langkah pemerintah dalam maraknya virus ini. Yaaa pada tanggal 19 Maret 2020 kemarin bapak presiden RI kita telah memutuskan untuk melakukan opsi tes COVID-19 secara massal, selain itu presiden juga memerintahkan agar disiapkan rumah sakit darurat dengan memanfaatan fasilitas non-medis.

Jika kita korelasikan dengan zaman rasullah saat itu. Wabah yang terjadi pada zaman Rasulullah adalah penyakit kusta, tak hanya menular namun juga menyebabkan kematian. Proses penyebarannya pun sangat cepat kala itu. Rasulullah pernah mengajarkan cara menghadapi wabah penyakit dalam hadis yang diriwayatkan Abdurrahman bin Auf. “Apabila kamu mendengar wabah berjangkit di suatu negeri, maka janganlah kamu datangi negeri itu. Dan apabila wabah itu berjangkit di negeri tempat kamu berada, janganlah kamu keluar dari negeri itu karena hendak melarikan diri darinya” (HR. Muslim)

Hadist tersebut mirip metode karantina yang kini dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit menular. Selain Kusta, pada zaman Rasulullah juga pernah menghadapi wabah di masa hijrah ke Madinah. Saat itu situasi Madinah dalam keadaan buruk dengan air keruh dan penuh wabah penyakit.

Menghadapi situasi tersebut, Rasulullah SAW meminta umatnya untuk sabar sambil berharap pertolongan dari Allah SWT. Seperti diceritakan Aisyah, mereka yang bersabar dijanjikan syahid. “Kematian karena wabah adalah surga bagi tiap muslim (yang meninggal karenanya)”. (HR Bukhori)

Penyakit sejatinya tidak pernah diharapkan muncul hingga mengkibatkan kekhawatiran. Namun, selalu ada alasan dan hikmah yang terkandung dari setiap peristiwa yang terjadi.

Terus siapakah yang salah saat ini? Apakah memang seiring berjalannya situasi? 
ingat ini bentuk ujian dari sang kuasa atas lalainya umat dengan kepentingan sendiri. 

Pada akhirnya bukan corona yang membunuh kita. Tapi saudara kita sendiri, dengan egois dalam diri yang mulai dari barang-barang yang stock kosong. Coba pikirkan wahai manusia tinggi!!, tinggi dengan pikiran yang dengki. bagaimana nasib negeri ini? Sobat miskin cuman diam, hening dengan keadaan kelaparan yang terjadi. Jadi siapakah yang jahat saat ini? Corona? Manusia?. Ahhhh,,,Yasudahlah tak usah berdebat, PERCUMA!!!, KITA SIAPA? hanya rakyat jelata yang nurut apakata para sang penguasa. Sudah serahkan saja pada pemerintah yang mengatur jalanya bangsa. Semoga Negeri ini bebas dari malapetaka dan ancama berbahaya. 

Untuk semua masyarakat pelosok desa! tetap sabar dan berdoa semoga kita semua tidak apa-apa. dan untuk saudara-saudara yang terkena, jangan panik kita semua percaya kita pasti bisa. INDONESIA JAYAAAA!!!!!!!!!

Komentar

Posting Komentar

Terimakasih atas semua komentar dan supportnya dalam bentuk saran, kritikan, dan pujian. semoga bisa jadi lebih baik dari sebelumnya. Salam Literasi Menuju Masa Depan Negeri.
#pokoknulis #terusberkarya #waniliterasi